Telp.+62 813-1234-5453 WhatsApp+62 813-1234-5453

office@bahoriahoenpartners.com Senin–Jumat 08.00–16.00, Sabtu 08.00–12.00 WIB

Sengketa Konstruksi, Mediasi & Litigasi

Sengketa proyek konstruksi: kapan mediasi lebih menguntungkan

Keterlambatan dan pembengkakan biaya proyek tidak selalu harus berakhir di pengadilan. Ini cara menilai apakah mediasi layak ditempuh.

Sengketa konstruksi umumnya berkisar pada keterlambatan, mutu pekerjaan yang menyimpang dari spesifikasi, dan klaim biaya tambahan. Bukti utamanya bersifat teknis: gambar kerja, berita acara, dan catatan lapangan.

Apa kata undang-undang

UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi mengutamakan musyawarah untuk mufakat. Bila tidak tercapai, para pihak menempuh tahapan yang diatur dalam kontrak, yaitu mediasi, konsiliasi, atau arbitrase.

Kapan mediasi tepat

  • Proyek masih berjalan dan para pihak perlu tetap bekerja sama
  • Pokok sengketa bisa diukur secara teknis, misalnya volume atau mutu pekerjaan
  • Para pihak ingin menjaga kerahasiaan dan reputasi
  • Biaya dan waktu perkara diperkirakan lebih besar dari nilai yang disengketakan

Agar hasilnya kuat

Kesepakatan mediasi sebaiknya dituangkan secara rinci dan dapat dikuatkan menjadi akta perdamaian melalui pengadilan sesuai Perma No. 1 Tahun 2016, sehingga dapat dieksekusi bila salah satu pihak ingkar.

Penulis

  • Penulis

    Dr. Bahori Ahoen

    Konsultan Bisnis, Konsultan Hukum Korporasi, Kuasa Hukum Pajak, Mediator Bersertifikat, Akademisi & Dosen

Punya pertanyaan tentang topik ini?

Ceritakan persoalan bisnis atau hukum Anda secara singkat. Pertemuan pendahuluan 60 menit tanpa biaya, dengan batas tertulis, dan kami membalas dalam 1×24 jam kerja.